Berhubung sudah beli domain baru, maka blog ini dipindah ke :
Selamat menikmati.. ![]()

Berhubung sudah beli domain baru, maka blog ini dipindah ke :
Selamat menikmati.. ![]()

Shock, the perfect word to describe my feeling when hearing Taufik Savalas has died by an accident. It is very surprising because nobody consider this. Again, one of Indonesia best comedian has gone.
In my opinion, Taufik Savalas is not an ordinary comedian. He is a real entertainer. When I see his performance being MC two weeks ago, all of his jokes amaze me. He is really-really funny. But now, his entire story is just in memoriam. We will be missing him.
Ok, and now what is the lesson we can take? That death is always watching us and waiting the proper time to come. The most interesting is we do not ever know when it comes. So, be prepared my friend…

What an euphoria..!! Indonesia has started the Asian Cup 2007 with the nice step. They give Bahrain nothing but lose. Do you know what the current feeling of Indonesian right now is? A proud. A proud of being Indonesian, the feeling that we have never felt for a long time. Now nationalism is melt in each Indonesian’s soul.
I wanna give a little comment about our performance against Bahrain. As we know, Indonesia uses the formation schema 4-3-3 and 3-5-2 for Bahrain. What does it mean? Our three midfielders can beat five Bahrain’s midfielder. Amazing..!! At the first time, I hesitate that we can beat their midfielder due to physics factor but when I see the performance of Ponaryo Astaman and others, I believe we really can do this.
Moreover, I wanna give two-thumbs up to Firman Utina. His chop passing and drive shoot has given Indonesia a victory. No wonder if he becomes the man of the match. I hope not only Firman Utina plays good but also other Indonesia players, especially the defender.
I am optimistic that Indonesia will defeat Arab Saudi and South Korea or at least if we lose, they do not get it easily. We will struggle until die and embarrass them. It is our chance to prove to the world that Indonesia is not chicken anymore.

Melihat tradisi corat-coret yang biasa dilakukan oleh para siswa untuk merayakan kelulusan sebenarnya membuat saya bertanya-tanya. Kenapa ya kelulusan harus identik dengan corat-coret ? Padahal kan banyak “pelampiasan” lain yang lebih baik. “Sebagai kenang-kenangan, biar bisa selalu diinget”, begitu jawaban yang biasanya kita temui. Tapi saya ragu apa benar baju itu akan selalu disimpan, paling-paling tidak sampai setahun baju itu akan dibuang atau mungkin dibuat kain lap.
Yah, sebenarnya boleh-boleh saja sih meluapkan kegembiraan tapi lihat situasi dan kondisi donk. Masih banyak kan teman-teman kita yang kesusahan, dan apa salahnya sih kita sumbangkan baju itu untuk mereka. Pasti mereka akan senang sekali, bahkan mungkin rasa senang mereka melebihi rasa senang siswa yang lulus.
Dan kalau kalian sempat melihat berita kemarin, ternyata para siswa tidak hanya merayakannya dengan corat-coret tapi dengan cara yang lebih “unik”, yaitu Tawuran. Gila ga sih ?! Tidak hanya itu, mereka juga merayakannya dengan membuat macet jalan raya dengan pawai yang sama sekali ga’ guna. Hhhh…belum cukup dengan itu semua, bahkan ada beberapa siswa pria yang berusaha melakukan pelecehan seksual kepada siswa wanitanya. Mereka memanfaatkan keramaian saat lulus untuk berbuat hal-hal yang tak senonoh terhadap teman-teman mereka sendiri.
Jujur, saya marah sekali ketika mendengar berita itu. Apa memang sudah sedemikian parahnya ya moral pemuda bangsa ini ? Rasanya saya sudah muak mendengar berita-berita jelek yang disebabkan oleh generasi muda kita.
Sempat terlintas dalam pikiran saya sebuah gagasan gila, yaitu satu-satunya cara yang cepat dan ampuh untuk memperbaiki bangsa ini adalah dengan “membunuh” seluruh generasi yang sekarang ada di Indonesia sehingga bisa digantikan dengan yang lebih baik (hehe.. benar-benar gila ya). Yah, semoga saja moral bangsa ini bisa segera membaik atau kita terpaksa melaksanakan gagasan gila saya tadi.

Mau iseng-iseng survey nih, kira-kira menurut kalian siapa sih presiden terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini. Tapi sebelumnya saya ingin memberikan opini dulu nih buat masing-masing presiden kita, baik kelebihan maupun kekurangannya. Sok dah dibaca :D.
Soekarno :
Orator ulung yang tidak ada tandingannya. Kesuksesan terbesarnya ialah mampu membuat kata “merdeka” digemakan di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, ia merupakan tokoh yang sangat disegani oleh para pemimpin dunia. Saya rasa sekarang ini di Indonesia tidak ada satu pun tokoh yang mampu menyamai kekuatan karakter seorang Soekarno. Tapi sayang, ia mendapatkan ending yang kurang mengenakkan di akhir kepemimpinannya dikarenakan paham sosialis-komunisnya yang ditentang oleh sebagian besar rakyat Indonesia bahkan oleh wakilnya sendiri, Moh. Hatta.
Soeharto :
Gaya militernya sangat khas sekali di mata kita : keras, arogan, dan harga diri tinggi. Hal inilah yang membuat tidak ada seorang pun yang berani menentangnya bahkan hanya untuk sekedar mengkritiknya. Ia mampu membuat bangsa ini mencapai swasembada beras di sekitar tahun 80-an. Selain itu, ia juga berhasil membangun pondasi yang baik di beberapa sektor kehidupan (sospolekbudhankam). Kesalahan terbesarnya adalah ketika dia mengkhianati kepercayaan rakyat dengan melakukan berbagai kecurangan politik dan ekonomi (KKN).
Habibie :
Presiden berotak brilian dan jenius. Ia menggantikan Soeharto yang dikudeta oleh mahasiswa. Tidak banyak yang bisa diceritakan mengenai kepemimpinannya karena ia hanya memerintah kurang dari 1 tahun saja. Salah satu sebab mengapa dia tidak dipercaya untuk memerintah cukup lama ialah karena kedekatannya terhadap Soeharto sehingga rakyat khawatir jika ia dipercaya, tidak akan ada bedanya dengan kepemimpinan Soeharto yang penuh dengan aroma KKN. (Walapun saya sebenarnya secara pribadi percaya bahwa Habibie adalah seorang presiden yang “bersih”).
Gus Dur :
Presiden yang sangat kontroversial. Banyak keputusannya yang “aneh” dan sering mengundangan tentangan dari banyak pihak, salah satunya ialah ketika Gus Dur berusaha menjalin kerjasama dengan Israel. Belum lagi ketika ia secara tidak jantan tidak mau mengakui perkataannya sendiri yang waktu itu diwakilkan oleh jubirnya. Bahkan malah ia menuduh jubirnya tersebut membuat pernyataan palsu. Namun pada masa pemerintahan Gus Dur, demokrasi mulai berani ditegakkan. Hal ini dapat dilihat dari adanya kebebasan pers di kalangan para jurnalis.
Megawati :
Satu-satunya presiden yang tidak mempunya gelar karena pendidikan terakhirnya hanyalah SMA. Ia merupakan presiden substitute karena pada saat itu Gus Dur diturunkan dari jabatannya sebagai presiden. Pengaruhnya besar dikarenakan bayang-bayang ayahnya, Soekarno. Tidak banyak kemajuan berarti yang ia lakukan selama memimpin bangsa ini.
SBY :
Inilah presiden yang langsung dipilih rakyat. Sebuah perwujudan dari keberhasilan demokrasi di Indonesia. Walaupun berlatarbelakang pendidikan militer tapi ia cenderung kurang tegas dalam mengambil sebuah kebijakan. Hal inilah yang sering mengundang kritik dari berbagai pihak. Salah satu contoh yang paling anyar ialah sewaktu pengumuman pergantian kabinet dan masalah interpelasi dengan DPR yang tidak kunjung selesai. Program 100 hari yang dijanjikannya pun ternyata tidak terlalu memuaskan. Akan tetapi, banyak kemajuan yang berhasil dicapai oleh SBY. Di antaranya ialah terjalinnya banyak kerjasama dengan negara lain, stabilitas rupiah, otonomi daerah yang mulai terwujud, dan sebagainya.
Hayo, sekarang giliran kalian. Siapakah presiden terbaik Indonesia ?

Bidadariku,
Namamu tak terukir
Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis
Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung
Dari Tuhan
Untukku
Bidadariku
Ada yang pernah baca puisi di atas ? Pasti yang pernah baca novel “Ayat-ayat Cinta” tidak merasa asing dengan puisi tersebut. Sebenarnya ga ada maksud apa-apa sih cuma ga tau kenapa tiba-tiba sisi melankolis daku keluar (he..he..). Kalau menurutku sih puisi itu romantis banget. Ga tau deh kalau menurut kalian.
Ada yang mau berkomentar ?

Pernah ga kebayang kalau suatu hari nanti di masing-masing tubuh kita akan ditanam chip kecil yang tujuannya sebagai identitas diri. Kemarin waktu nonton salah satu acara di Metro TV ternyata hal itu bukan lagi hanya sebuah wacana tapi benar-benar akan diwujudkan di beberapa tahun mendatang.
Katanya sih dulunya chip tersebut hanya dipasang untuk para penjahat saja supaya kalau kabur bisa cepat ditangkap lagi. Tapi ada gagasan yang berkembang kenapa tidak sekalian saja seluruh umat manusia di bumi dipasangi chip tersebut. Tujuannya tidak hanya sebagai identitas tapi bisa juga berguna untuk tujuan medis, seperti deteksi kondisi jantung, syaraf, dsb. Bahkan rencananya chip tsb akan dilengkapi dengan GPS (Global Positioning System) supaya posisi setiap manusia di bumi ini bisa dilacak. (Jadi ingat sama tokoh Prof. Xavier di film X-Men yang bisa melacak posisi semua mutan :D).
Wah, kalau chip tsb benar-benar diwujudkan, bisa-bisa setiap gerak-gerik kita bisa dilacak nih. Tapi saya setuju sekali sih sama ide chip ini karena para siswa yang sering bolos jadi bakal gampang ketahuan sama ortu mereka (wak..wak..wak..) :p.

Sadar ga sih ternyata suhu di Jakarta makin panas euy. Apa karena sudah kelamaan tinggal di Bandungya. Tapi ga juga sih, kalau dibandingin dengan liburan pas semester yang lalu, kaya’nya ga sepanas ini deh. Tersiksa banget nih, ga malam ga siang bawaannya pengen mandi mulu. Padahal kalau d Bandung mandi paling kalau mau ke kampus doank (he..he..) :p.
Denger-denger sih katanya karena jumlah kendaraan pribadi di Jakarta makin banyak makanya suhu udara juga jadi tambah panas. Selain itu, otomatis macetnya Jakarta juga jadi tambah parah. Masya Allah…
Saya ga kebayang deh gimana rasanya kalau nanti tinggal dan dapat kerjaan di Jakarta. Pasti setiap hari bawaannya kesel mulu. Udaranya panas, debu dan asap segunung-gunung, belum lagi biaya hidupnya yang lumayan tinggi. Pengen sih nantinya tinggal di daerah tapi kata ortu kalau mau merintis karir atau mau jadi pengusaha yang sukses ya lebih baik di Jakarta soalnya kan pusat perekonomian Indonesia adanya di Jakarta.
Mudah-mudahan saja nanti gubernur DKI yang baru bisa membuat Jakarta makin “adem” (ga hanya udaranya saja lho ya). Ok deh, sukses ya buat Pak Fauzi atau Pak Adang sebagai calon gubernur DKI. Semoga Anda bisa menyegarkan kembali udara di ibukota kita tercinta ini. SUKSES..!!

Wah ini acara ok berat euy. Rugi buat kalian-kalian yang belum pernah nonton. Acara ini membuat kita bisa tertawa dalam politik, bahkan secara tidak sadar kita diajak untuk menertawakan masalah-masalah bangsa. Dengan memerankan beberapa pemimpin bangsa seperti SBY-JK, Gus Dur, dsb, acara ini berusaha menyindir pemerintah agar “bangun dari mimpi” dan sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat sebenarnya apa saja sih masalah-masalah yang ada di bangsa kita dan juga solusi sperti apa yang diharapkan.
Di tengah hiruk-pikuk acara lokal yang makin “ngawur”, rasanya acara ini patut kita acungi jempol. Tapi saya sempat kepikiran, kalau saja acara ini hadir di zaman kepemimpinan Soeharto, pasti semua tokoh di situ akan ditangkap dan dipenjara. Yah, kita sama-sama tahulah model kepemimpinan militer Soeharto pasti tidak akan membiarkan siapapun mengusik bahkan hanya untuk sekedar menyindir dia.
Tapi yang membuat saya heran, kenapa acara seperti Republik BBM ini sedikit sekali hadir di layar kaca kita. Padahal sekarang demokrasi sudah diberikan sebebas-bebasnya. Jadi kenapa sebagian besar stasiun TV tidak menayangkan acara yang serupa tapi lebih memilih menampilkan acara-acara yang tidak bermutu, seperti gosip, sinetron (masih mending ceritanya buat sendiri, ini pun jiplak dari negara lain) dan berbagai acara yang lebih menekankan unsur hiburan daripada edukasinya.
Pokoknya kalau melihat acara-acara di TV sekarang, rasanya miris banget !! Gimana ya nasib bangsa ini nantinya kalau calon-calon pemimpinnya setiap hari disuguhi tontonan yang tidak baik. Tapi kita harus tetap optimis, walaupun masalah di Indonesia seakan tidak kunjung selesai, saya yakin sekali kalau nantinya Indonesia akan menjadi sebuah negara yang hebat, negara yang tidak lagi diinjak-injak harga dirinya, negara yang tidak lagi diremehkan di mata dunia.
Dan satu hal lagi, meskipun saya tidak tahu kenapa, tapi saya merasa sangat yakin sekali Indonesia akan menjadi satu-satunya negara yang mampu meruntuhkan Amerika Serikat dan negara barat lainnya. Kita berdoa saja ya semoga keyakinan saya tadi bukan hanya sebuah omong kosong. Amin…