Archive for April, 2007

ITB = BonBin (Kebon Binatang)

Sebenarnya g enak juga sih mau ngebahas topik ini, takut ada yang ngerasa aja gitu lho (mudah-mudahan aja g ya ^_^). Tapi lucu juga sih bwt dibahas, soalnya kemarin sempet ngobrol sama anak dari UPI, katanya ITB tuh identik banget dg kebon binatang yg letaknya kebetulan memang dekat di seberang ITB.

Kaget juga waktu dia ngomong seperti itu, tapi kalo dipikir-pikir betul juga sih. Soalnya emang yang mau “masuk” ITB g cuman dari kalangan homo sapiens doank. Dari burung koak yang setiap hari setia memberikan “susu” untuk sarapan pagi (hmm… yummy) sampe2 pernah ada anjing bunting yg nyasar ke kantin. Pokoknya komplit deh.

Bahkan pernah ada temen yg memplesetkan singkatan ITB jadi “Institut Tai Burung” (ini bangga apa terhina ya ??!). Btw, ITB memang institut yg unik ya, orang-orang di dalemnya pun tak kalah uniknya (semoga aja g seunik temen kita di BonBin :P ).

Scudetto Inter dalam Hitungan Jam

images4.jpeg

Nanti malam, Inter akan membuktikan bahwa mereka pantas merebut Scudetto pada musim kompetisi kali ini. Korbannya pun tidak main-main, AS Roma. Inter berjanji akan mempermalukan AS Roma sebagai saingan utama mereka di Giuseppe Meazza, markas Inter. Dan tentu saja, kekalahan AS Roma akan terasa sangat menyakitkan karena mereka akan melihat perayaan Scudetto rival utama mereka dengan mata kepala mereka sendiri.

Melihat prestasi Inter yang sangat fenomenal musim ini, yaitu belum terkalahkan hingga pekan ke-31, rasanya pantas saja Luciano Spalletti, pelatih AS Roma, sudah jauh-jauh hari mengibarkan bendera putih sebagai tanda mereka tidak sanggup lagi membendung superioritas Inter sehingga Inter seakan tidak pernah menemukan halangan yang berarti untuk merengkuh Scudetto kali ini.

Semoga saja, nanti malam Inter benar-benar membuktikan ucapan mereka. Dan penyakit utama mereka, yaitu inkonsistensi yang sering menjadi biang kerok kegagalan mereka, tidak kambuh saat melawan AS Roma. Viva Inter, viva Scudetto…

Jomblo Berakhir

business-skype.png

Sayang banget ya serial TV Jomblo cepat sekali habisnya, hanya 14 episode. Bahkan banyak penonton, termasuk saya, yg kecewa karena ending-nya benar-benar mengecewakan, tidak jelas dan menggantung. Padahal kalau dipikir-pikir, serial ini kan lumayan populer. Tapi kenapa ya pihak RCTI sedikit sekali membuat episodenya. Beda dengan sinetron lain, seperti Intan atau semacamnya yg dibuat sampai berpuluh-puluh episode.

Dan lagi, tidak seperti sinetron lain yg meng-copycat serial TV negara lain, serial Jomblo ini murni 1000% buatan anak bangsa, si Adhitya Mulya. Ceritanya pun benar-benar merakyat dan menggambarkan kehidupan sehari-hari sehingga seakan-akan kita melihat diri kita sendiri di sana. Ceritanya pun lebih bervariatif, tidak hanya seputar hamil di luar nikah, acara tangis-tangisan, dan sebagainya yg sangat tidak bermutu dan sekedar menjual mimpi.

Kalau saja pihak RCTI tidak hanya menilai serial TV dari rankingnya saja, mungkin Jomblo masih akan tetap hidup sampai sekarang. Yah, tapi apa mau dikata, stasiun TV kita hidup dari ranking. Serial TV yg secara ranking tidak berada di puncak, harus rela disingkirkan dan dibuang. Yang paling penting bagi mereka adalah bagaimana mendapatkan profit sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan content dari serial TV itu sendiri. Ya sudahlah, semoga saja mereka sadar dan membuat Jomblo Season 2 :p

The Success Key of Leadership

The key to successful leadership today is influence, not authority.
-Kenneth Hartley Blanchard-

The quote has given me the answer why there are so many leaders that are hatred by their followers. I think the leader is not just about having an authority so you may do anything what you like and belittle others because you recognize yourself as the “superpower man”. It’s more than that. The leader is the one who has responsibility to serve others. He has to be the good model so that everyone will believe and trust him.

In addition, the real power of a leader is not in his authority, but in his ability to influence people (as the quote said). If he can get the trust from his followers, it will be easier for him to be the great leader. Whatever he do, his followers believe that it’s all for the sake of their prosperity.

Therefore, if you want to be a leader don’t ever think about how big the authority you have but think about how well you can influence and serve people. Because that is one of the real key to be the perfect leader.

Dominasi Klub-klub Inggris di Liga Champions

beckham.jpg

Klub-klub dari daratan Inggris memang sangat menonjol pada Liga Champions tahun ini. Bayangkan saja, 3 dari 4 semifinalis semuanya berasal dari Inggris; Chelsea, Liverpool, dan MU. Untuk klub yg terakhir, mereka baru saja membantai AS Roma 7-1. Wow..!!! Belum lagi cerita tentang kehebatan Liverpool menghancurkan PSV Eindhoven dan Valencia yg terpaksa angkat koper oleh Chelsea.

Memang sih, kalau dilihat dari segi permainan di lapangan, klub-klub Inggris terkenal dengan kecepatan dan stamina yang sangat prima. Lihat saja kalau mereka sedang main, full 90 menit kita akan disuguhi dengan permainan tempo tinggi. Hal ini kontras sekali dengan permainan dari klub-klub Italia ataupun Spanyol yang cenderung bertempo lambat.

Tampaknya akan terjadi All England Final pada tahun ini karena satu-satunya klub yang bisa mematahkan dominasi mereka hanyalah AC Milan yang sekarang ini performansinya tidak terlalu bagus. Sehingga kemungkinan besar Piala Champions akan terbang ke daratan Inggris.

Tapi bola itu bundar, Bung ! Siapa tahu dengan menyandang status sebagai underdog, AC Milan justru mampu tampil lepas dan mematahkan prediksi semua orang. Kita tunggu saja kiprah 4 klub ini nantinya, apakah klub Inggris tetap mendominasi ataukah AC Milan mampu mempermalukan 3 klub Inggris tersebut dengan memboyong piala Champions ke tanah Italia. Kita tunggu saja…

A Man Named Permadi Rachmat

Last few days, I read the SWA Business Magazine. I found the interesting news there, the profile of Permadi Rachmat. Do you know that person ? I guess maybe some of you don’t even know about him. But for the businessman and the professional, he is like a maestro in business. He is recognized as the Astra Legend CEO (Woww..!!). He started his carrier from the garage. With his uncle as the founder of Astra, he built up Astra from zero to hero. Therefore, we can see Astra has become one of big company in Indonesia.

I am so interested in his profile. From the magazine, I just know that he is such a quiet person. Can you imagine how a quiet person can lead the big company. But wait a minute, behind his quiet and calm personality, he is very charismatic and down-to-earth so nobody belittle him.

His leadership concept is very awesome. He always teaches his employees about leadership, morality and all kind of value of life. He is conscious that someday he will resign so he wants the one who will replace his position is such a good leader that not just caring about profit or money but more than that, he could be a good model for others. I think we need thousands of Permadi Rachmat to save our country from the degeneration of morality. He is such a diamond in the pile of mud.

What Happen with Indonesian Students ?

Yesterday, my english teacher told me that why Indonesian students who study abroad could never be the best there. She told me the unique fact that the reason is Indonesian students are very ashamed to speak out. They never want to ask to the lecturer, never want to discuss (or just a little speaking out), and never want to show-off their ability to public. They are very shy to do that. I don’t know why it could be happen.

I think the poor of the Indonesian education system is one of the cause. Since elementary school or maybe kindergarten, we never be get used to speaking and writing. What we do in the class is just sit down, shut the mouth and listen to the teacher. We never be learned to share our opinion, make discussion with other, debating, and anything else that can improve our communication skill. We used to learning and not forced to be critical-minded.

In fact, Indonesian students is as good as other International students in knowledge. But due to their ashamed to show-off, nobody can see their potential talent. Unlike Indonesian students, other students from other country is more popular. Why ? Even though they have no such good skill like Indonesian, they are very eager to develop themselves by asking to the lecturer, discuss with other, or maybe just chatting with professor. Besides that, they also don’t hesitate to share their idea and opinion so that the lecturer and professor appreciate them more than the quiet students, like Indonesian students.

But anyway, we cannot blame our education system forever. We have to stand up and make a change. If we think that there is something wrong with the system and the government doesn’t even care with the improvement of the system, we have to break it up by ourselves. We cannot always make it as the main reason for our failure. We must be a “rebellion”. Therefore, in the future I hope we can prove to the world that we can be a superpower country.

Vini vidi vici, come, see, and conquer. That is the way of life.

Freaky “Kungpow Chicken”

031209bigup.gif

Gila nih lagu gokil abis. Kaget juga pas pertama kali denger. Dikirain liriknya bakal lucu-lucu ternyata lagunya jorok banget alias porno. Jadi males dengerinnya. Pokoknya di setiap lagu Kungpow Chicken pasti ada setidaknya satu kata yg jorok.

Aduh..aduh.. kecewa berat nih. Kreatif sih kreatif tapi kalo kreatifnya menjurus ke hal-hal yg seperti itu apa masih bisa disebut kreatif. Kaya’ g ada tema lain aja yg bisa diangkat bwt dijadikan lirik lagu. Apa musti begitu ya supaya musiknya jadi laku. Tapi sepertinya g juga deh.

Pokoknya disarankan untuk semua orang, khususnya yg masih di bawah 17 tahun untuk tidak mendengarkan lagu dari Kungpow Chicken. Piss dulu ah…

Tentang IGOS

tuxdrinkxp.jpg

Mengapa ya pemerintah kita setengah-setengah dalam mendukung program Indonesia Goes Open Source (IGOS). Padahal kan kalau program ini berhasil terlaksana di Indonesia, kita akan terbebas dari masalah yang menyangkut HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Ironisnya, pemerintah malah menandatangani kontrak dengan Microsoft mengenai lisensi pemakaian software-nya. Dan yang lebih parahnya lagi, pemerintah melakukan hal tersebut secara diam-diam.

Bagaimana Indonesia mau maju kalau para pemimpin kita terus bersikap apatis terhadap perubahan. Mereka juga seakan tidak percaya dengan kemampuan anak bangsa dalam hal teknologi informasi. Padahal anak muda kita tidak kalah hebatnya dengan bangsa lain.

Lihat saja di Jepang, ada salah satu pemuda kita (saya lupa namanya) yg berhasil membuat sebuah situs pertemanan seperti Friendster yg merupakan situs terpopuler di Jepang saat ini. Kurang hebat apalagi coba.

Kalau saja pemerintah mau mendukung sepenuhnya program IGOS, niscaya setidaknya salah satu masalah bangsa kita sedikit demi sedikit akan terselesaikan. Mulai dari masalah bajak-membajak, lisensi ilegal, dsb. Dan juga uang yg kita gunakan untuk membayar lisensi Microsoft (yg tentu saja bukan jumlah yang sedikit) dapat kita gunakan untuk keperluan lain yg lebih membutuhkan, seperti sektor pendidikan, ekonomi, dan lainnya.

Fenomena Kunjungan Jusuf Kalla ke ITB

Hari Sabtu, 7 April 2007 kemarin kampus ITB kedatangan seorang Jusuf Kalla. Tapi ironisnya, bukan sebuah kebanggaan yg dirasakan oleh seluruh civitas ITB namun justru kekesalan dan kekecewaan yg sangat mendalam. Apa sebabnya ? Hal ini dikarenakan kedatangan Jusuf Kalla membuat kampus ITB seperti kota mati. Seluruh akses jalan menuju ITB diblokir dan tidak ada satu pun yg boleh masuk kecuali para tamu undangan. Hal ini tentu saja mengakibatkan seluruh aktivitas yg seharusnya dilaksanakan pada hari tersebut ditunda atau dilaksanakan di tempat lain.

Banyak sekali pihak yg dirugikan oleh kedatangan Jusuf Kalla pada saat itu. Fakultas yg ingin melaksanakan ujian terpaksa ditunda, acara Free Saturday Lesson oleh Comlabs ITB terpaksa dipindahkan ke gedung Annex, dan sebagainya. Tampaknya bapak kita yg satu ini sangat arogan sekali ya. Sebagai seorang wapres seharusnya dia bisa lebih bersikap bijaksana dalam melihat persoalan ini. Mungkin bentuk pengawalan semacam ini masih masuk akal jika dia berkunjung ke kedutaan besar atau markas teroris. Tapi ini institusi pendidikan Bung, tak perlulah ia bertingkah berlebihan semacam itu. Apalagi dia datang hanya untuk menyampaikan kuliah yg kalau tidak salah bertemakan tentang “Perdamaian” (kontras sekali ya dengan dampak yg ditimbulkannya).

Mungkin ini bisa menjadi sebuah introspeksi untuk para pejabat tinggi negara lain yg merasa dirinya orang penting. Jangan sampai arogansi mereka merugikan orang lain dan lingkungan sekitar.

Pesan khusus untuk Bpk. Jusuf Kalla :
Anda adalah wapres yg langsung dipilih oleh rakyat. Mengapa kami memilih Anda ? Karena kami percaya bahwa Anda adalah pilihan terbaik untuk memimpin bangsa ini. Jadi kalau kami saja percaya kepada Anda, mengapa Anda tidak memberikan kepercayaan kepada kami untuk bisa menjadi rakyat yg baik.

-Demi sebuah perjuangan yg tidak akan pernah berakhir-


Calendar

April 2007
M T W T F S S
« Feb   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Earn Money from Blogging

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

My Twitter

Archives

Lucky People

  • 6,795 hits

Flickr Photos

so long 2009,  hello 2010!

another year, another jar

blow away

More Photos