(Hanya) Sebuah Puisi

Bidadariku,
Namamu tak terukir
Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis
Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung
Dari Tuhan
Untukku
Bidadariku

Ada yang pernah baca puisi di atas ? Pasti yang pernah baca novel “Ayat-ayat Cinta” tidak merasa asing dengan puisi tersebut. Sebenarnya ga ada maksud apa-apa sih cuma ga tau kenapa tiba-tiba sisi melankolis daku keluar (he..he..). Kalau menurutku sih puisi itu romantis banget. Ga tau deh kalau menurut kalian.

Ada yang mau berkomentar ?

0 Responses to “(Hanya) Sebuah Puisi”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




Calendar

June 2007
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Earn Money from Blogging

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

My Twitter

Archives

Lucky People

  • 6,775 hits

Flickr Photos

B is for "Bun in the Oven"!!

Mystique

Artificial tears. (299/365)

More Photos