Bidadariku,
Namamu tak terukir
Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis
Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung
Dari Tuhan
Untukku
Bidadariku
Ada yang pernah baca puisi di atas ? Pasti yang pernah baca novel “Ayat-ayat Cinta” tidak merasa asing dengan puisi tersebut. Sebenarnya ga ada maksud apa-apa sih cuma ga tau kenapa tiba-tiba sisi melankolis daku keluar (he..he..). Kalau menurutku sih puisi itu romantis banget. Ga tau deh kalau menurut kalian.
Ada yang mau berkomentar ?




0 Responses to “(Hanya) Sebuah Puisi”