Pengen sharing sedikit nih tentang Ajax (Asynchronous Javascript and XML) soalnya kebetulan sekarang lagi mendalami web programming. Jadi Ajax itu sebenarnya bukan teknologi baru tapi merupakan gabungan dari Javascript dan XML. Tentunya sudah tau donk Javascript itu “makhluk” apaan (btw, bahasa ini pernah sangat aku remehkan lho dulunya). Bwt yang belum tau, Javascript itu ialah bahasa pemrograman yg client-side. Jadi bahasa ini dieksekusi di browser si user, bukan di webserver.
Kalo XML apaan tuh ? Nah, XML ini sebenarnya transformasi dari HTML. Nih aku kasih contoh salah satu script sederhana XML :
<books>
<book>
<title> Belajar XML yuk..!! </title>
<author> RadiX </author>
</book>
</books>
Koq kelihatannya simpel ya. Ya memang justru itulah kekuatan dari XML. Karena kesederhanaannya, bahasa ini diprediksi akan menjadi format standar dalam pengiriman data di masa depan. Uniknya lagi, kita bisa menentukan sendiri tag-tag yg kita inginkan, pokoknya bebas deh mau dikasih nama apa aja (asyik g..?!).
Nah, sebelum membahas tentang Ajax, saya pengen nanya dulu nih. Pernah g sih kita merasa bahwa ketika ingin pindah dari satu halaman ke halaman yg lain (dalam satu situs tentunya), sebenarnya yg berubah kan cuma content-nya. Sedangkan header, navigation bar, iklan2 (kalau ada), dsb tidak mengalami perubahan yg berarti. Jadi sebenarnya boros bgt donk, browser kita cape2 request ke webserver hanya untuk sedikit perubahan. Dan yg lebih menyebalkannya lagi, kita hrs menunggu waktu loading yg cukup lama.
Nah, di sinilah Ajax hadir sebagai solusi dari persoalan tersebut. Dengan Ajax, browser tidak perlu sampai terang-terangan request ke webserver hanya untuk perubahan yg sedikit tersebut. Caranya gimana ? Sok saya jelasin bwt yg udah g sabar.
Jadi gini, kuncinya ada di object XMLHttpRequest yg dimiliki oleh Javascript. Dengan object ini, Javascript bisa secara diam-diam atau istilah kerennya secara background akan me-request ke webserver untuk halaman tertentu yg berubah. Tentunya tanpa sepengetahuan si user. Jadi g ada lagi yg namanya “loading”.
Nah, si webserver akan memenuhi request dari Javascript dalam bentuk format XML. Kemudian si Javascript ini (masih secara diam2) akan menerima kiriman dari webserver dalam format XML tadi yang selanjutnya akan di-display ke user. Gimana, masih bingung?
Kalo masih bingung, aku kasih contoh yg sederhana deh, misalkan Form. Biasanya dalam sebuah form yg harus diisi oleh user kan banyak validasinya, ya yg ga boleh kosonglah, atau format emailnya harus benerlah, dsb. Kalau tanpa Ajax, gimana coba validasinya ? Ada 2 cara, yaitu :
1. Dengan pure Javascript, jadi sebelum dikirim ke webserver divalidasi dulu tuh form.
2. Dengan server-side programming language (contohnya PHP). Jadi validasinya dilakukan oleh server.
Untuk cara 1, sebenarnya kurang efektif karena biasanya kita harus mengisi dulu semua form kemudian baru meng-klik tombol “Submit” untuk mengecek isi form tsb. Dan untuk cara ke-2 lebih ga efektif lagi, soalnya jika ada satu saja yg salah, maka user hrs mengisi form itu dari awal karena isi form yg sebelumnya diisi oleh user hilang semua.
Nah, dengan Ajax, kita bisa menghemat waktu dan lebih memudahkan user dalam mengisi form. Kenapa ? Karena ketika user salah mengisi form, seketika itu juga langsung muncul pesan kesalahan. Gimana, lebih enak kan ?
Sebenarnya implementasi Ajax g hanya sebatas form saja. Bisa juga untuk data grid pada tabel, RSS, aplikasi chatting, dsb. Bahkan sekarang Yahoo dan Google pun sudah mengimplementasikan Ajax dalam situs mereka. Ini salah satu contohnya :
Google Suggest
Google Maps
Mungkin segitu aja pembahasan dari saya. Moga aja bisa memberikan gambaran umum bwt kalian tentang apa sih Ajax itu sebenarnya. Kalo tertarik dan ingin belajar lebih lanjut tentang Ajax, sok klik aja link di bawah ini :
http://www.w3schools.com/ajax/
Newer Comments